Senin, 14 Februari 2011

PERJALANAN PANJANG BERDIRINYA SMK AL IKHLASH TEGAL

iNASIB seseorang tidak akan berubah kecuali dia sendiri yang merubahnya. Mungking ungkapan ini sangat tepat dilontarkan pasa SMK Al Ikhlas yang baru diresmikan keberadaannya, Kamis (29/4).

Sebeb berdirinya sekolah yang terletak di Jl Arum No 29 Randugunting Tegal Selatan itu, tidak semudah membalikan telapak tangan. Berbagai cerita mengiringi perjalanan lembaga pendidikan tersebut.

Namun berkat kegigihan para pendiri dan yang lainnya. Akhirnya sekolah yang awalnya dipandang sebelah mata itu bisa bersuara dilingkup dunia pendidikan Metropolis. Sejauh apakah perjalanannya?

Ketua Yayasan Pendidikan Islam Al Ikhlash Kota Tegal, Mudjijono Djojo Harsono, menceritakan, perjalanan berdirinya SMK Al Ikhlas merupakan sebuah perjalanan panjang. “Pendiri sekolah adalah saya sendiri, Drs H M Nursoleh M MPd dan Drs H Karta Apt,” katanya.

Kisah ini telah berlangsung kurang lebihnya sejak 6 tahun lalu. Pendirian dimulai tahun 2004/2005 dengan nama SMK Haekal Medika sebagai embrionya.

“Saat itu Yadi Suryadi SST yang berasal dari Cirebon bertemu dengan saya. Untuk berkonsultasi guna mengadakan sewa menyewa penggunaan gedung eks SMA Nusantara. Setelah itu, pak Yadi mengajak saya untuk bergabung bersama mendirikan sekolah menengah kejuruan di bidang farmasi dengan nama Haekal Medika,” ujarnya melanjutkan cerita.

Pada saat itu Kepala Dinas Pendidikan yang dulu bernama Depdikbud belum mau memberikan ijin oprasional. Namun dengan segala resiko penerimaan siswa baru tetap dibuka. Dan ternyata animo masyarakat cukup tinggi bahkan mencapai 92 orang yang mendaftar. Tetapi dari julah tadi hanya diterima 42 siswa baru.

Meski ijin belum dikantongi sekolah tetap berjalan. Sehingga sempat menjadi sorotan media cetak baik local maupun regional. Dengan tekad yang kuat, maka setelah 3 tahun Depdikbud memberikan jalan pintas bagi siswa yang menempuh ujian akhir. Siswa dibawa ke Depdikbud Kabupaten Majalengka guna mendapat pengampuan.

“Alhamdulillah SMK Farmasi YPIB bersedia mengampu siswa kelas akhir dua angkatan. Yakni 2007/2008 dan 2008/2009 dan nilai yang dicapai sangat memuaskan 9,7. Padahal saat itu bersaing dengan peserta dari Jawa barat dan DKI Jakarta.”

Ditambahkan, H M Nursoleh, Sekolah sempat ditinggalkan Ir niuhayati selaku Kepala Sekolah saat itu. Meski begitu ketiga pendiri bertekad tetap melanjutkan pembelajaran. Mengingat masih ada siswa yang tidak boleh ditelantarkan.

Walau ada hambatan perijinan lantaran aturan dari Menkes, pendiri berusaha mengajukan perijinan oprasional dengan nama SMK TI Al Ikhlas. Dan memperoleh Sk dari Diknas dengan No 421.5/0010, dengan program keahlian Teknik Komputer dan Jaringan serta Kimia industri.

“Dengan ijin itu sekolah dapat menerima siswa baru, dengan program studi sesuai dengan ijin yang ada. Tapi kenyataannya murid tetap meminta pembelajaran kimia Industri yang sejajar dengan program farmasi,” papar Nursoleh.

Dengan ditetapkannya spectrum keahlian pendidikan menengah kejuruan. Berdasarkan Keputusan Direktur Manajemen Pendidikan dasar dan Menengah No 2873/C5.3/MN/2008 dan SK Spektrum Keahlian Pendidikan Menengah No 251/C/KEP/MN/2008. Maka SMK TI Al Ikhlas mengajukan proposal perubahan program keahlian ke Disdik 10 April 2009. Guna melakukan perubahan nama menjadi SMK Farmasi Al Ikhlas.

Hasilnya, lanjut Nursoleh lagi, Disdik memberi jawaban dengan surat No 421.5/0003, tertanggal 12 Mei 2009 bahwa untuk perubahan perlu rekomendasi. Yakni dari Direktur Pemdina SMK Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Kesehatan di Jakarta.

“Berkat adanya pemahaman serta pengertian dan dorongan dari kebijakan Walikota dan Wakilnya. Kemudian penetapan Kepala Disdik dan ijin, 4 Januari 2010 ketua Yayasan Pendidikan Islam Al Ikhlas dan Kepala SMK Al Ikhlas dipanggil dinas guna menerima SK perubahan nama. Sehingga SMK TI Al Ikhlas menjadi AMK Al Ikhlas dengan program studi keahlian kesehatan, kompetensi keahlian farmasi. Dengan SK No 421.5/002/2009 tertanggal 26 Oktober 2009. Ini merupakan satu-satunya sekolah farmasi di Kota Tegal. Dan berdirinya sekolah ini bagai Habis Gelap terbitlah terang,” pungkasnya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar