Senin, 14 Februari 2011

Kesiapan SMK Al Ikhlash Hadapi UNKK Mandiri

SETELAH melalui perjuangan panjang, keberadaan SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) Al Ikhlash Kota Tegal yang sempat dianggap sekolah "liar" akhirnya mendapat pengakuan Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal melalui Dinas Pendidikan (Disdik). Sebagai sekolah yang memiliki program studi Farmasi, ternyata cukup diminati para calon siswa. Terbukti dalam penerimaaan siswa baru tahun ini, target 2 kelas bisa tercapai. Bahkan selama tiga kali kelulusan, SMK Al Ikhlash selalu berhasil meluluskan 100 persen.
Namun, pengakuan Pemkot ternyata tak membuat puas. Sehingga SMK Al Ikhlash terus berbenah. Sehingga hasil pra verifikasi dan verifikasi yang dilakukan tim Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan (Pusdiknakes), Persatuan Ahli Farmasi (PAFI) Jateng, dan Dinas Kesehatan Jateng, menyatakan SMK tersebut dalam tahun pelajaran 2010/2011 lolos, serta layak melaksanakan Ujian Nasional Kompetensi Keahlian (UNKK) secara mandiri.
Menurut Ketua Yayasan Pendidikan Islam Al Ikhlash Kota Tegal, Mudjijono Djojo Harsono, pihaknya selalu mendorong SMK ini terus berbenah, supaya mampu bersaing dengan sekolah farmasi yang ada di Indonesia. Setelah bekerja keras ternyata semua harapan benar-benar terwujud. Buktinya, beberapa tahun terakhir banyak kunjungan kerja (kunker) dari berbagai sekolah farmasi, baik yang sudah berjalan maupun dalam tahap persiapan 'belajar' di SMK Al Ikhlash. "Sebagai sekolah menengah pertama yang membuka program studi bidang Farmasi, kami sangat berharap dukungan dari semua elemen. Utamanya Pemkot Tegal, karena kami juga merupakan lembaga pendidikan yang siap mendukung kesuksesan pelaksanaan program Tegal Cerdas 2011, yang telah dicanangkan Wali Kota Tegal beberapa waktu lalu."
Di tempat sama, Wakil Kepala SMK Al Ikhlash Bidang Humas, Taufan Azwil M SKM mengungkapkan,di Jateng ada 44 sekolah farmasi, yang ikut verifikasi UNKK. Namun SMK Al Ikhlash yang kali pertama dinyatakan lolos dengan nilai layak. Sedangkan 43 sekolah lain sampai saat ini belum ada kepastian lolos atau tidaknya. Karena itu pihaknya cukup berbangga diri, sebab dinyatakan lolos.
"Sedangkan penilaian yang dilakukan tim verifikasi, antara lain standar persyaratan peralatan umum layak, standar persyaratan peralatan pendukung layak, standar persyaratan tempat/ruang layak, persyaratan penguji internal layak, dan persyaratan penguji eksternal sangat layak. Hasil verifikasi ditandatangani semua anggota tim, yang dikoordinatori Sri Martini S Far Apt dari PAFI Jateng. Adapun anggota lain yaitu Endang Prasetyaningsig Apt MKes, Widi Nugrogo MKom serta TH Haetty N SSi," paparnya mantap.
Lebih lanjut Taufan menjelaskan, SMK itu telah 3 kali meluluskan siswanya, dan ini merupakan tahun keempat. Namun sebelumnya SMK Al Ikhlas belum bisa melaksanakan UNKK secara mandiri. Walaupun hasil kelulusan selalu 100 persen. Tapi belum lolos pra verifikasi maupun verifikasi yang dilakukan tim. "Pada tahun pertama dan kedua, untuk pelaksanaan UNKK SMK Al Ikhlash menginduk pada YPIB Majalengka. Tahun ketiga, pelaksanaan UNKK menginduk di SMK Semesta Bumiayu. Adapun tahun keempat, kami patut berbangga diri. Sebab dapat melaksanakan UNKK mandiri, dan siswa tak perlu repot-repot mengikuti UNKK di luar sekolah. Kami akan tetap berusaha maksimal, agar pada kelulusan tahun ini juga bisa lulus 100 persen."
Secara terpisah Ketua Kompetensi Farmasi SMK Al Ikhlash, Tuti Wuryandari SFar Apt didampingi Ketua Laboratorium, Lili Suhastari S Far Apt menyatakan, SMK Al Ikhlash, baik laboratorium, alat, bahan, dan ruang telah siap melaksanakan UNKK secara mandiri. Bahkan untuk menghadapi UNKK, pihaknya telah melakukan pengayaan pada siswa kelas XII.
"Sehingga waktu yang hanya tinggal 2 minggu lagi benar-benar akan dimanfaatkanm maksimal, untuk pengayaan praktek maupun teori. Sebab pada awal bulan Maret, sebelum mengikuti UNKK semua siswa kelas XII harus mengikuti Ujian Teori Pengantar Praktek 1 hari. Sedangkan ujian praktek, akan dilaksanakan selama 3 hari. Untuk penguji internal, yang telah mengajar 5 tahun kami siapkan 3 penguji. Antara lain Drs H Karta Apt, Yusnita Apriliana S Far Apt, dan Purgianti SSI Apt. Penguji eksternal berasal dari Dinkes Propinsi Jateng," ujarnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar